Rumah Gema HERCULE POIROT merasa kesal dan jemu. Ke- matian sama sekali bukan hal yang menyenangkan. Tapi di sini mereka.malah menggodanya dengan menyajikan, suatu adegan pembunuhan. Di tepi kolam, sesosok tubuh digeletakkan secara artistik, lengannya terentang. Bahkan ada cat merah menetes-netes. Sosok itu sangat tampan. Beberapa orang berdiri mengelilinginya dalam pose-pose yang aneh. Semuanya sangat tidak profesional. Namun sekonyong-konyong Poirot menyadari bahwa adegan ini amat nyata. Begitu nyata, hingga membuatnya tersentak bagai dihantam palu godam. Cairan yang menetes ftuukan cat merah, melainkan darah. Dan pria yang tergeletak itu sedang menjelang ajal.... Misteri di Styles STYLES COURT adalah sebuah perkebunan Inggris yang subur—dan seharusnya menjadi milik John Cavendish, Tetapi ternyata ibu tirinyalah yang mendapat warisan—dan yang kemudian menikah dengan seorang pemburu harta. Situasi yang menunjang banyak kemungkinan bagi pembunuhan! Mengungkit Pembunuhan Mencari kebenaran dalam peristiwa kriminal yang telah enam betas tahun berlalu sungguh bukan pekerjan yang mudah. Tak mengherankan bila Carla Lemarchant berupaya mendapatkan bantuan dan -orang yang paling tepat, dan betapa mujur ia karena menemukan Hercule Poirot. sebab seperti yang dikatakannya sendiri, Percayalah — saya sungguh yang terbaik. Ketika dihadapkan pada pertanyaan: Apakah ibu Carla, Caroline Crale sungguh telah melakukan pembunuhan sebagaimana yang diputuskan oleh pengadilan? Ia mulai menyusun kembali kejadian-kejadian yang telah lama berlalu itu dalam benaknya. Caroline Crate memang tokoh yang membingungkan la mengaku tidak bersalah namun tidak berusaha untuk membuktikannya. Kehidupannya dengan Amyas Crale memang sulit. Suaminya itu egois. suka bertengkar. acuh tak acuh, dan tidak setia, meskipun Ia seorang peluk4s besar. seperti kata sementara orang, Melalui pendekatan yang bijaksana serta mengagumkan terhadap kelima orang lain yang terlibat dalam kasus itu, sedikit demi sedikit, Poirot berhasil menyingkapkan kisah yang sebenarnya. Pena Beracun Kematian menyerang secara diam-diam.... Aku ingat. surat itu tiba waktu kami sedang sarapan. Pengirimnya pasti dari desa ini saja, dan alamatnya diketik. Aku membuka surat itu sebelum aku membuka dua surat lain yang berstempel pos London. Di dalamnya tertempel pads sehelai kertas kata-kata dan hurufhuruf cetak yang telah digunting dari sebuah buku. Sesaat aku menatap kata-kata itu tanpa memahaminya. Kemudian napasku tersekat.... Mula-mula surat-surat kaleng yang keii itu hanya menyebabkan rasa takut. Tapi kemudian surat-surat itu menyebabkan kematian. Pertanyaannya adalahsiapa yang akan menjadi korban berikutnya ... ? Buku Catatan Josephine Keluarga Leonides adalah sebuah keluarga besar yang hidup berkelimpahan di sebuah rumah besar di daerah terpandang di pinggiran kota London. Setelah kematian Aristide Leonides barulah terungkap bahwa salah seorang anggota keluarga itu ternyata adalah seorang pembunuh... Mengail di Air Keruh Gordon Cloade tewas dalam serangan udara di London. Dia tidak meninggalkan surat wasiat, dan kekayaannya yang besar jumlahnya jatuh pada istrinya yang masih muda, Rosaleen. Tetapi kepada lima orang telah dijanjikan bagian dari kekayaan itu -- lima orang yang sangat membutuhkan uang. Nah, mereka baru akan bisa menerima bagian mereka apabila Rosaleen meinggal sebelum mereka. Ada lima orang yang motif kuat untuk membunuh. Dan terjadilah pembunuhan yang kejam. Tetapi bukan Rosaleen korbannya.... Pembunuhan di Mesopotamia Atas permintaan arkeolog Dr. Eric Leidner, Amy Leatheran bersedia menemani istrinya, Louise, wanita yang cenderung ketakutan dan gelisah -- dan membutuhkan orang yang bisa dipercayai. Louise menemukannya dalam diri Amy. Tapi apa yan gharus dilakukan perawat muda itu terhadap kisah-kisah ganjil Mrs. Leidner tentang suami pertamanya, mata-mata Jerman yang telah tewas, yang telah kembali dengan murka untuk menghancurkan rumah tangganya yang baru? Kisah tentang ancaman-ancaman mengerikan dan peringatan-peringatan mencekam? Kisah bahwa semua orang berkaitan denga khayalan yang begitu nyata-- dan menganggu? Meskipun lebih dari sekedar khayalan yang mengantui Mrs. Leiidner yang malan hingga mati, kisah ini akan membawa imajinasi cerdas Hercule Poirot membongkar fakta-fakta aneh dalam khayalan wanita itu. Muslihat dengan Cermin Untuk memenuhi janji kepada seorang teman sekolah lama, Miss Marple bersedia tinggal di sebuah rumah di daerah pedesaan - bersama dengan dua ratus orang remaja yang mengalami gangguan jiwa dan tujuh orang ahli waris harta seorang nyonya tua. Salah seorang dari mereka adalah pembunuh -- pembunuh yang kempunyai keahlian untuk berada di dua tempat sekaligus. Tragedi Tiga Babak KEMBALINYA HERCULE POIROT Hercule Poirot menyatakan telah pensiun dari kariernya sebagai detektif paling hebat. Tak ada yan gdapat menariknya kembali ke areana kejahatan. Namun dalam suatu acara makan malam yang dihadirinya, seorang hamba Tuhan yang lembut menjadi korban pembunuhan kejam, kemudian seorang dokter ahli brilian dihabisi. Tantangan ini terlalu kuat untuk ditolak. Si pembunuh yang licik mengotori panggung dengan petunjuk-petunjuk menyesatkan. Mayat-mayat bergelimpangan. Hanya Hercule Poirot yang bisa menurunkan tirai penutup pertunjukan mengerikan ini. Dan Cermin Pun Retak Miss Knight cepat-cepat masuk setelah dokter pergi. "Nah,"katanya "Anda kelihatan lebih ceria, Apakah dokter memberi obat perangsang?" "Dokter menasihati agar aku menaruh perhatian pada pembunuhan." "Buku cerita detektif yang bagus?" "Tidak" jawab Miss Marple. "Pembunuhan dalam kehidupan sebenearnya." "Ya Tuhan!" seru Miss Knight. "Tapi tidak akan mungkin ada pembunuhan di tempat sesepi ini." "Pembunuhan bisa saja terjadi dimana-mana", kata Miss Marple. Gajah Selalu Ingat Hercule Poirot berdiri di pinggiran tebing, memandang batu-batuan di bawah sana dan air laut yang memecah di antara batu-batuan tersebut. Di tempat ia berdiri, mayat sepasang suami istri telah ditemukan. Di sini, tiga minggu sebelumnya seorang wanita telah berjalan dalam tidurnya, jatuh dan tewas. Mengapa semua ini bisa terjadi? Hercule Poirot bersama sahabatnya, Mrs. Ariadne Oliver- penulis novel-novel detektif yang kondang. Harus melangkah mundur, menelusuri tragedi yang terjadi belasan tahun lalu, demi kebahagiaan seorang gadis yang tak bersalah. Pembunuhan di Sungai Nil Dia terbaring miring. Sikapnya wajar dan tenang. Tapi di atas telinganya ada sebuah lubang kecil dengan bekas darah kering di sekelilingnya. Kemudian Poirot tertuju pada dinding putih di depannya dan ia menarik napas dalam-dalam. Dinding putih bersih itu dikotori oleh huruf "J" Warna merah kecoklat-coklat yang ditulis dengan gemetar. Poirot membungkuk di atas mayat gadis itu dan dengan hati-hati mengangkat tangan si gadis. Salah satu jarinya bernoda merah kecoklatan... Pasangan Detektif Setelah berhasil dalam "Musuh dalam Selimut", Tommy dan Tuppence menikah dan hidup bahagia. Tapi... Enam tahun kemudian mereka mulai bosan, tidak ada kejadian menarik dan mendebarkan yang mereka alami. Padahal, mereka terlanjur kecanduan bahaya. Mereka butuh tantangan untuk mengasah otak mereka yang brillian dan memuaskan kehausan mereka akan petualangan-petualangan yang penuh risiko. Sebuah tawaran disodorkan. Mereka mengambil alih biro detektif swasta yang hampir bangkrut. Kasus-kasus aneh segera bermunculan "Lelaki Jahat, Lelaki Berbaju Koran, Lelaki Buta, Lelaki dalam Kabut dan .... Tommy Tuppence pasangan Detektif cemerlang tetapi konyol, sering sial tetapi pantang menyerah. Benarkah? Apakah Tommy akan terus beraksi meski tahu bahwa nyawa Tuppence menjadi taruhannya? Kucing di Tengah Burung Dara Semester musim panas Mama tercinta, Kemarin malam telah terjadi pembunuhan. Bu Springer guru olahraga kami, menjadi korban. Terjadinya tengah malam. Dan pagi ini polisi datang akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan pada setiap orang. Bu Chadwick meminta agar kami tidak membicarakan hal itu pada siapa pun, tapi saya pikir Mama tentu akan ingin tahu. Anakmu tercinta, Jennifer Misteri Burung Hitam Janda pria yang terbunuh itu cantik sekali. Menurut penglihatan Jane Marple, tidak akan kurang laki-laki pengagumnya. Itulah sebabnya perempuan itu tersenyum di balik air matanya ataukah uang almarhum suaminya yang membuatnya tersenyum? Suatu kisah besar yang penuh kelicikan. Matinya Lord Edgware Suami saya harus saya singkirkan. Poirot terenyak kaget. Tapi ketika bertemu dengan Lord Edgware, aku teringat kembali bagaimana Jane bergidik menceritakan suaminya. Dengan ramah Lord Edgware mengucapkan selamat berpisah kepada kami, tapi ketika sedang menutup pintu perpustakaan, aku melihat ke dalam dan hampir saja aku berseru kaget. Wajah penuh senyum ningrat tadi telah beralih muka. Bibirnya menyeringai sehingga tampak deretan giginya, matanya berkilat-kilat marah. Sorot kemarahan yang hampir-hampir mendekati sinting. Esok paginya, Lord Edgware ditemukan sudah mati. Tengkuknya ditikam.... Perjanjian dengan Maut Mengenal Nyonya Boynton sama saja dengan membencinya. Impian cinta seorang pemuda telah dihancurkannya menjadi mimpi buruk dan kemeranaan... Seorang gadis muda cantik jelita dibuatnya hampir sinting... Dua orang kakak beradik belia dikurungnya dalam jerat yang mengerikan. Tak puas-puasnya ia memenuhi nafsunya untuk membinasakan. Kini Ny. Boynton telah tiada. Belum pernah Hercule Poirot merasakan simpati semacam itu terhadap seorang pembunuh. Dan, belum pernah pula ia dibuat sebingung dalam kasus ini.. Setiap orang mencurigakan, sementara setiap gerakya dibayangi cemooh licik si penjahat... Mayat dalam Perpustakaan Kolonel Bantry membentak. "Maksudmu ada mayat di dalam perpustakaan saya -- perpustakaan saya?" Kepala pelayannya mendehem "Barangkali Tuan ingin meilhatnya sendiri?" Bagaimanakah sampai mayat seorang gadis yang tidak dikenal bisa berada di dalam perpustakaannya? Mengapa gadis itu dibunuh? Siapa pembunuhnya? Ruby Keene datang ke Danemouth untuk bekerja sebagai penari di Hotel Majestic dengan penuh pengharapan akan masa depan yang lebih baik. Namun harapannya terpotong pendek -- demikian pula hidupnya. Nona Marple terpekur memandang mayat gadis belia yang terkapar tak bernyawa di kakinya. Sayang-- begitulah perasaan yang timbul di hati perempuan tua yang baik ini. Sayang, suatu kehidupan yang sebetulnya mempunyai masa depan yang lebih panjang sekarang terbunuh dengan sia-sia. Pada hari yang sama polisi menemukan korban pembenuhan kedua-- juga seorang remaja. Nona Marple meramalkan pasti bakal ada usaha pembunuhan ketiga! Misteri Karibia Miss Marple berlibur di sebuah hotel di Hindia Barat. Tamu-tamu lain, termasuk seorang wanita dari Amerika Latin yang disertai gigolo-gigolonya, seorang raja uang inggris, sekretarisnya yang aneh dan pendiam, dan tukang pijatnya yang menyeramkan, yang kelihatannya bisa melakukan apa saja. Mencekam dari awal sampai akhir. Kelincahan dan daya cekamnya membuat buku ini asyik dibaca. Misteri Sittaford Pemanggilan Roh di Sittaford... Terdengar ada yang menahan napas. Dan dalam kehingan, meja itu mulai bergoyang lagi. Ronnie mengeja huruf-huruf itu. "P E M B U N U H A N" Mrs. Willet terpekik dan mengangkat tangannya dari meja itu. "Aku tak mau lagi meneruskan permainan ini. Mengerikan sekali." Terdengar suara Mr. Duke, langtang dan jelas, menanyai meja itu. "Apa maksudmu... Kapten Trevelyan dibunuh?" Baru saja pertanyaan itu selesai diajukan, jawabannya langsung diberikan. Meja itu bergoyang sedemikian kuatnya, hingga nyaris jatuh. Hanya sekali goyangan. "Ya..." Rumah di Tepi Kanal "Aneh Rasanya aku pernah melihat rumah itu sebelumnya, entah dimana". kata Tuppence sambil menatap lukisan tersebut. "Aku harus mencari rumah itu". Maka Tuppence pun naik kereta, mencari rumah dalam lukisan itu. Dari sini dimulailah petualangan yang melibatkannya pada suatu kasus pembunuhan terpendam di masa lampau. Sang pembunuh menantinya di rumah itu -- rumah di tepi kanal. Pembunuhan Terpendam Buku ini merupakan perpisahan Agatha Christie terhadap dirinya dan dunia, dan perpisahan dengan Miss Marple, perawan tua yang disayanginya. Menampilkan Miss Marple untuk terakhir kali, dalam membongkar kasus kejahatan yang paling mengerikan sepanjang kariernya. Pembunuhan di Balik Kabut Angin bertiup dari laut, perlahan-lahan kabut mulai menipis... menipis.. Di bawah sana terlihat sesosok tubuh terkapar tak berdaya.. Laki-laki itu berusia empat puluhan, masih bernapas, meskipun pingsan. Bobby memandangnya. Rambut cokelat yang ikal, hidung yang besar, dagu yang kukuh, sederet gigi yang putih bersih terlihat dari celah bibirnya yang sedikit terbuka, dan... sepasang kaki yang tertekuk aneh. Tiba-tiba orang itu membuka matanya, dan mengucapkan sebuah kalimat. "Mengapa mereka tidak memanggil Evans?" Tubuhnya bergetar, kelopak matanya meutup dan dagunya turun... Laki-laki itu mati. Membunuh itu Gampang Miss Pinkerton merasa yakin.... Pembunuhan? Apakah Anda bener0benar yakin bahwa Anda tak keliru?" tanya Luke dengan Lembut. "Pada peristiwa yang pertama mungkin saya salah, tapi pada yang kedua, ketiga atau keempat... Setelah itu jadi yakin.." Beberapa jam setelah itu Miss Pinkerton ditabrak mobil. Seminggu kemudian, korban yang keenam mengalami kecelakaan yang tragis. Maka berangkatnlah Luke Fitzwilliam, dengan enggan, untuk menjerat seorang pembunuh kejam. Iklan Pembunuhan Perang dunia Kedua baru saja usai. Dimana-mana kehidupan sulit. Bahan bakar dan makanan masih harus dijatah. Dengan latar belakang yang demikian, suatu Jum'at pagi tanggal 29 oktober, penduduk Chipiping Cleghorn, dusun kecil di Inggris dikejutkan dengna adanya iklan berikut: Petang itu hampir semua penduduk Chipping Cleghorn mendatangi Little Paddocks, rumah salah satu tetangga mereka, sekedar untuk memuaskan rasa ingin tahu mereka. Ada yang menganggapnya sebagai permainan atau lelucon... Tetapi kemudian seorang pria benar-benar terbunuh, dan seorang wanita cedera. Mereka bingung. Belum lagi mereka melupakan peristiwa yang mengjutkan itu, dua wanita terbunuh pula susul menyusul dalam jarak waktu yang singkat. Siapakah pembunuh berdarah dingin ini? Apa hubungannya dengan penghuni di Little Paddocks? Dan pertanyaan yang paling penting adalah: Dapatkah polisi meringkusnya sebelum ia sempat membunuh lagi? Penumpang ke Frankfurt "Saya memerlukan pertolongan" Sir Stafford Nye sama sekali tidak mengenal wanita itu. Mereka bertemu di Bandara Frankfurt. "Kalau Anda tidak menolong, saya akan mati," katanya. Sir Stafford yang menyukai tantangan dan petualangan, jadi ia mau mengikuti usul si wanita. Kemudian, di London, ia mengetahui dari salah satu rekannya bahwa wanita itu salah satu agen Inggris yang terpercaya dan paling brillian. Dan di suatu acara makan malam di kedutaan mereka bertemu lagi. Kali in keduannya terlibat dalam rencana jahat untuk menguasai dunia. Malam Tanpa Akhir Penduduk Kingston Bishop berkata siapa pun yang meiliki Gypsy's Acre akan mengalaminasib malang dan kejadian-kejadian berbahaya... dan akhirnya akan mengalami kematian... Tapi Mike dan Ellie sedang dilanda cinta. Mereka akan mendirikan rumah mereka di Gypsy's Acre, dan kebahagiaan mereka akan menghapuskan segala masa lalu yang jahat itu untuk selama-lamanya. Kemudian ancaman-ancaman itu mulai datang. Kecelakaan-kecelakaan, juga teror. Tiba-tiba cita-cita mereka yang indah menjadi mimpi buruk yang penuh dengan ketakutan, pengkhianatan.. dan pembunuhan. N atau M Sebagai mata-mata yang terkenal. Tommy dan Tuppence Brersford terlibat dalam salah satu kasus mereka yang paling membingungkan di ketegangan awal Perang Dunia II Dua agen Hitler yang paling dipercaya berada di Inggris. N adalah laki-laki dan M adalah wanita. Keduanya pakar yang hebat dalam penipuan.. dan pembunuhan.. Di pondok terpencil di tepi pantai, dengan penghuni-penghuni yang kelihatan tak berdosa, Tommy dan Tuppence mencium jejak rencana jahat yang melibatkan spionase, penculikan, dan pembunuhan..... Pria Berstelan Coklat Perampokan Berlian, Kematian karena kecelakaan di stasiun Kereta api. Dan pembunuhan atas diri wanita cantik di puri di daerah luar kota yang terpencil. Apa dan siapa yang terlibat? Apakah orang asing yang mengaku dirinya dokter. Yang lalu lenyap begitu saja? Ataukah yang disebut koran-koran sebagai pria yang berstelan coklat? Hanya Anne Beddingfeld yang telah menemukan secarik kertas yang berbau kapur barus, yang percaya bahwa dia bisa memecahkan misteri itu. Dan untuk melakukan penyelidikan itu, dia menyeberangi samudera yang penuh bahaya ke Afrika. Di sanalah berawalnya intrik dan petualangan yang sebenarnya. Mereka Datang Ke Baghdad Kehidupan kantor tak cocok untuk Victoria Jones, juru ketik steno, yang suka bertingkah, berbohong, dan pekerjaannya tak pernah beres. Begitu menganggur sekali lagi, ia menangkap tawaran yang ditawarkan kepadanya untuk terbang ke Baghdad. Victoria ingin melihat dunia dan angin menyusul seorang pemuda yang tampan menawan. Mendapat pekerjaan di sebuah organisasi yang misterius, beberapa kata-kata yang keluar dari mulut seorang pria yang sedang sekarat dan... Victoria pun terseret dalam pusaran arus intrik internasional yang mencekam. Pembunuhan atas Roger Ackyord Mrs. Ferrars meracuni suaminya... tetapi tidak seorang pun mencurigainya, kecuali pemerasnya. Sampai ia bunuh diri, dan meninggalkan sepucuk surat untuk laki-laki yang dicintainya. Roger Ackyord tidak pernah membaca surat itu sampai selesai... karena si pemeras telah berlari melakukan kejahatan lain, pembunuhan. Dan tidak satu orang pun mencurigainya pula... Tidak seorang pun kecuali Hercule Poirot. Misteri Tujuh Lonceng Setiap langkah teka-teki itu bertambah membingungkan, semakin mengerikan dan berbahaya dan akhirnya... ternyata pemuda itu tidak mati karena terlindas mobil... Surat yang berbunyi, "Lupakan tentang Tujuh Lonceng." Aku pikir itu cuma lelucon. Tapi bukan bunga-bunga putih menghias penutup peti, memantulkan pucatnya wajah muda yang telah pergi... Tujuh jam berdetik di atas perairan- berdetik semakin keras, dan mengancam... Nomor tujuh mengangkat tangannya, mencoba melepas topengnya. Misteri Kereta Api Biru Di kantor Cook, Katherine harus antre untuk membeli karcis ke Riviera. Agaknya semua orang akan ke sana-- termasuk laki-laki yang berdiri di depannya. Laki-laki itu mendadak menyisih dan Katherine maju ke tempatnya tadi. Samar-samar wajah itu seperti dikenalnya. Dimana Katherine pernah melihatnya? Oh ya, di hotel Savoy di depan kamarnya tadi pagi. Katherine menoleh ke belakang terdorong oleh rasa gelisah yang tak dimengertinya. Laki-laki itu berdiri di ambang pintu menatapnya. Katherine bergidik, merasa dibayangi kesedihan dan tragedi.... Menuju Titik Nol "Saya suka cerita detektif yang baik," kata Tn. Treves. "Sayang cerita-cerita itu biasanya mulainya salah! Dimulai dengan pembunuhan --padahal, pembunuhan adalah akhirnya. Segalanya berawal jauh sebelumnya, kadang-kadang bertahun-tahun sebelumnya, dengan segala macam kejadian yang saling berkaitan, yang mengrahkan orang-orang tertentu, pada suatu waktu tertentu, ke tempat tertentu pula. Semua mengarah ke satu titik... Kemudian, ketika saatnya tiba.. terjadilah! Titik Nol!" Tn. Treves duduk termenung di depan perapian merenungkan segala kejadian yang dialaminya hari itu/ "Bahkan sekarang." lanjutnya, "sebuah pembunuhan sedang dipersiapkan. Seandainya aku berniat menulis cerita pembunuhan yang brutal dan bergelimang darah, cerita itu akan kumulai dengan seorang pria tua yang duduk merenung di depan perapian... berpikir-pikir, merancang.. dan mengarahkan segala kejadian serta orang-orang tertentu menuju titik nol." Gadis Ketiga Hercule Poirot dan Ariadne Oliver melacak suatu pembunuhan, seorang gadis mengaku merasa telah membunuh. Kemudian dia menghilang. Dimanakah gadis ini yang dikenal sebagai Gadis Ketiga dari kombinasi tiga orang gadis yang berbagi satu petak tinggal, telah membunuh? Siapakah korbannya? Bilama terjadi? Dimana? Dan mengapa? Kedua orang itu memeras otak dan tenaga mencari jawaban pertanyaan-pertanyaan tersebut, sebelumnya berulangnya kembali pembunuhan yang serupa! Anjing Kematian Dua belas cerita menarik yang melibatkan unsur supranatural dan pembunuhan.. seorang biarawati yang suka mendapat penglihatan-penglihatan aneh; seorang pemuda yang dianjurkan untuk tidak pulang ke rumahnya; seorang gadis dengan kepribadian ganda; kematian tragis seorang wanita gipsi; sebuah rumah berhantu dan anak kecil yang menangis; radio yang memperdengarkan panggilan dari alam baka; seorang pria yang dituduh membunuh demi uang; guci antik yang penuh misteri; seorang pria bangsawan yang menjadi gelisah setelah bertemu pemusik janalan; seorang pemanggil arwah yang ingin berhenti dari profesinya; dan tanda S.O.S. yang dituliskan seseorang di meja berdebu. Semuanya adalah kisah-kisah menegangkan dengan akhir yang tak terduga. Agatha Christie akan memukai para pembaca... seperti biasanya.